April 2024 - electricle
Night Mode
Jenis-Jenis Saluran Distribusi

Jenis-Jenis Saluran Distribusi

 Jenis-Jenis Saluran Distribusi

saluran distribusi delta/segitiga

    Dalam sistem distribusi tenaga listrik, susunan kabel atau konduktor yang membawa arus listrik dikenal sebagai konfigurasi saluran. Menurut konfigurasinya, saluran distribusi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu konfigurasi saluran horizontal, vertikal, dan delta/segitiga. Masing-masing konfigurasi memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan pemilihan konfigurasi yang tepat bergantung pada beberapa faktor, seperti kondisi medan, tingkat tegangan, biaya, dan keandalan yang diinginkan.

  • Konfigurasi horizontal: Kabel atau konduktor tersusun dalam garis lurus horizontal, sejajar dengan permukaan tanah. Kelebihannya adalah mudah dipasang dan dirawat, memiliki kapasitas daya yang lebih tinggi, dan lebih estetis. Kekurangannya adalah membutuhkan ruang yang lebih luas, lebih rentan terhadap gangguan, dan biaya pemasangan lebih tinggi.
  • Konfigurasi vertikal: Kabel atau konduktor tersusun dalam garis lurus vertikal, tegak lurus dengan permukaan tanah. Kelebihannya adalah membutuhkan ruang yang lebih sempit, kurang rentan terhadap gangguan, dan biaya pemasangan lebih rendah. Kekurangannya adalah memiliki kapasitas daya yang lebih rendah, sulit diakses untuk perawatan, dan kurang estetis.
  • Konfigurasi delta: Kabel atau konduktor tersusun dalam bentuk segitiga sama sisi. Kelebihannya adalah biaya pemasangan paling rendah, hemat ruang, dan mudah diakses untuk perawatan. Kekurangannya adalah memiliki kapasitas daya yang paling rendah, tidak memiliki jalur ground yang eksplisit, dan efisiensi transfer daya lebih rendah.
  • Jenis saluran menurut konfigurasinya

        Memilih konfigurasi saluran yang tepat untuk sistem distribusi tenaga listrik harus dipertimbangkan dengan cermat. Disarankan untuk berkonsultasi dengan para ahli teknik elektro untuk memastikan pilihan yang optimal. Secara umum, konfigurasi saluran horizontal lebih cocok untuk area datar dan terbuka yang memiliki kebutuhan daya tinggi, sementara konfigurasi vertikal lebih cocok untuk area perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang. Konfigurasi delta umumnya digunakan untuk aplikasi berbiaya rendah dengan kebutuhan daya yang lebih rendah.

    saluran distribusi konfigurasi hirizontal
    salah satu saluran distribusi di UNS dengan konfigurasi horizontal







    Bagian-Bagian SUTET 500KV

    Bagian-Bagian SUTET 500KV

     Bagian - Bagian SUTET 500KV



    Menara SUTET 500 kV memiliki beberapa bagian kunci yang vital untuk menjaga sistem transmisi tersebut beroperasi dengan andal dan aman. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing-masing bagian:

    1. Earth Wire (Kawat Tanah): Terletak di bagian puncak menara, berfungsi sebagai pengaman konduktor dari sambaran petir dengan mengalirkan arus ke tanah. Kawat tanah juga bisa digunakan sebagai titik referensi dalam sistem penangkal petir.

    2. Cross Arm (Lengan Silang): Merupakan lengan horizontal yang dipasang di menara untuk mendukung konduktor dan isolator. Lengan silang harus cukup kuat untuk menopang beban konduktor dan menahan kondisi lingkungan, seperti angin dan cuaca.

    3. Konduktor: Merupakan kabel yang mengalirkan listrik dari satu titik ke titik lain dalam sistem transmisi. Konduktor pada menara SUTET 500 kV umumnya terbuat dari aluminium atau paduan aluminium untuk mengurangi berat dan biaya.

    4. Isolator: Digunakan untuk mengisolasi konduktor dari struktur menara, sehingga arus listrik dapat mengalir melalui konduktor tanpa terpengaruh oleh menara. Isolator juga mencegah arus bocor atau hubungan pendek dengan tanah.

    5. Spacers (Penjaga Jarak): Berfungsi menjaga jarak antara konduktor agar tetap stabil dan terhindar dari bersentuhan dengan menara atau bagian lainnya. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan pada konduktor dan menghindari hubungan pendek.

    6. Tower (Menara): Struktur vertikal yang mendukung konstruksi transmisi dan menyalurkan beban dari konduktor dan komponen lainnya ke fondasi tanah. Menara harus dirancang dengan baik untuk menahan beban cuaca, angin, dan beban hidup dari konduktor dan komponen lainnya.